BANJARNEGARA – Pedagang Kaki Lima (PKL) hanya bisa bertahan di Alun-alun hanya satu tahun. Sebab semua PKL akandirelokasi ke eks Pertanian yang akan dijadikan pusat Kuliner setelah anggaran yang saat ini dipending sudah dicairkan tahun 2016 mendatang.Kabid Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banjarnegara, Dedi Restiokomengatakan, pihaknya saat ini sudah menyiapkan proses pemindahan shelter PKL alun-alun.
Rencana pemindahan shalter tersebut akan dilaksanakan minggu depan, sehingga dipastikan Oktober mendatang shelter sudah siap untuk digunakan oleh PKL. “Hal itu sesuai kesepakatan dengan indakop dan pihak Paguyuban Pkl,”ujarnya.PKL sebelah barat alun-alun, saat ini masih bisa bertahan di tepi jalan Alun-alun meski hanya setahun. “Jadi masih bisa berjualan di sana sampai tahun depan sambil menunggu anggaran keluar dan tempat relokasi siap untuk menampung semua,”ungkapnya.Sebetulnya, relokasi PKL alun-alun dilaksanakan secara bersamaan. Hanya saja anggaran pembangunan pusat kuliner masih dipending oleh DPRD.
Selain itu, tempat relokasi saat ini masih belum siap karena terdapat satu gedung yaitu eks K2T yang masih digunakan sebagai kantor sementara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara. “Rencananya gedung tersebut juga akan dibongkar agar dapat menampung banyak PKL,”jelasnya.Menurutnya, dengan adanya PKL tersebutpengerjaan revitaslisasi Alun-alun terganggu. Sehingga, secepatnya PKL beserta shalter harus segera dipidah. “Pengerjaan jadi tidak optimal karena masih ada aktifitas PKL di alun-alun sampai saat ini,”ungkapnya.
Pemkab memfasilitasi PKL dengan merelokasi ke eks Pertanian agar pengerjaan revitasliasasi Alun-alun bisa berjalan lancar dan pkl tetap bisa berdagang.Komplek eks Pertanian dapat menampung sekitar 50 gerobak PKL. Sementara PKL yang menggunakan gerobak dan berkeliling alias tidak menetap, tidak terhitung. “Untuk penataanPKL itu wewenang Indakop, kami hanya menyiapkan tempatnya,”tegasnya.Menurut Ketua DPRD Banjarnegara, Saeful Muzad, pembongkaran aset daerahtersebut dirasa kurang tepat. “Tidak asal bongkar dan bangun, semua ada nilai baku dan fungsinya, mestinya ada mapping yang tepat untuk peruntukkan,”tandasnya.
Menurut dia, dengan letak yang dekat dengan Pemkab, komplek eks Pertanian lebih tepat untuk dijadikan tempat kegiatan kepemudaan yang selama ini belum terfasilitasi. “Sehingga generasi muda sebagai pemegang estafet bangsa terhargai dan bisa menyalurkan kreatifitasnya
No comments:
Post a Comment