BANJARNEGARA,SATELITPOST-Kekosongan kayim di Dusun Kandangan, Desa Banjarmangu, Kecamatan Banjarmangu, sejak Oktober 2014 lalu membuat warga setempat resah. Pasalnya, setiap ada orang meninggal, jenazah menjadi kurang terurus.Untuk mendapatkan kepastian, sejumlah warga dusun setempat meminta kepala desa segera melakukan langkah agar masalah tersebut tidak terlalu berlarut. Minimal, mereka mengharapkan kades mengangkat petugas pemulasaran jenazah di dusun mereka."Kami meminta kades segera mengambil langkah, sehingga ketika ada orang meninggal dunia ada yang bertanggungjawab. Minimal ada petugas khusus, termasuk menyediakan insentif yang diambil dari dana desa untuk petugastersebut," kata Sukirno, tokoh masyarakat setempat.Menurutnya, keberadaan petugas tersebut sangat penting. Sebab, tidak semua masyarakat bisa dan mampu menjalankantugas tersebut. "Kita sudah meminta pada pak kades soal insentif bagi petugas, karena kebetulan ada warga yang siap, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari kades," ujar Mislam, tokoh masyarakatlainnya.Menurutnya, saat menanyakan pada kades, masalah tersebut bisa diampu oleh kayim dari dusun lain. Namun, luasnya wialyah membuat hal tersebut tidak memungkinkan, hal ini dibuktikan pada awal bulan lalu saat ada warga meninggal."Saat itu kades meminta warga untuk mencari petugas khusus, kami sudah mendapatkannya. Tetapi sampai saat ini, masalah insentif bagi petugas tersebut belum jelas," ujarnya.Sementara itu, Kepala Desa Banjarmangu, Setiyono mengatakan, untuk mengangkat kayim saat ini memang tidak memungkinkan. Hal ini sesuai dengan surat bupati No 140/169/Setda/2014 tentang penundaan pengisian perangkat desa. Surat tersebut menyebutkan bahwa desa tidak diperkenankan mengangkat perangkat sebelum adanya peraturan daerah yang baru terkait teknis pengangkatan."Kayim di wilayah tersebut saat ini memang kosong setelah MR Amin mengundurkan diri sebagai kayim karena menjadi guru. Untuk mengisi kekosongan, sementara diampu oleh kayim dari kadus lain.
No comments:
Post a Comment